July 29, 2021 8:42 pm

Bocah 8 Tahun Tewas dengan Sejumlah Luka Parah, Ternyata Dianiaya Pamannya Sendiri

Seorang bocah berinisial F (8) ditemukan tergeletak dengan sejumlah luka parah. Saat ditemukan korban masih hidup, namun korban akhirnya meninggal saat hendak dirujuk ke rumah sakit. Ternyata pelaku penganiayaan bocah tersebut adalah pamannya sendiri, EYT.

EYT diamankan setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (14/11/2020). Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Santoso mengatakan, EYT ditangkap saat bersembunyi di Menggala, Tulangbawang. "Setelah kami lakukan pengejaran, akhirnya EYT kami amankan di tempat persembunyiannya di Menggala, Tulangbawang, Sabtu sekitar pukul 23.45 WIB," kata Iptu Santoso, Minggu (15/11/2020).

Saat ini EYT masih diperiksa di Mapolsek Terusan Nunyai. Polisi juga tengah mendalami motif pelaku membacok bocah delapan tahun yang merupakan keponakannya sendiri. "Kami masih melakukan pengembangan perkara atas kasus ini. Sementara pelaku kami kenakan pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," pungkasnya.

(8), warga Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, mengalami nasib tragis. Siswa SD itu ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah, Sabtu (14/11/2020). Korban meninggal dunia saat dirujuk ke RSUDAM Bandar Lampung.

Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Santoso mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro membenarkan penemuan anak dengan luka bacok di tubuhnya. Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, F menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh EYT (21), pamannya sendiri. "Benar. Korban menjadi korban pembacokan oleh EYT, yang masih berstatus paman korban," terang Iptu Santoso, Minggu (15/11/2020).

Menurut Santoso, F mengalami luka bekas sayatan senjata tajam di bagian leher dan paha. Akibat luka yang cukup parah, nyawa korban tak bisa diselamatkan. "Setelah sempat dilarikan ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, korban tak bisa diselamatkan, dan dinyatakan meninggal dunia," kata Iptu Santoso.

Peristiwa berawal saat warga digegerkan dengan penemuan anak laki laki bersimbah darah, Sabtu (14/11/2020) sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan keterangan warga, F ditemukan di areal tobong bata dengan luka sayatan senjata tajam di bagian leher dan paha. "Posisinya tertelungkup dan sudah bersimbah darah. Karena banyak yang teriak minta tolong, lalu warga mendatangi lokasi," kata warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (15/11/2020).

Selanjutnya siswa SD itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Yukum Medical Center, Kecamatan Terbanggi Besar. "Kalau dilihat dari luka dan darahnya, kayaknya korban belum lama mengalami luka akibat sayatan senjata tajam," ujarnya. Belakangan diketahui F adalah anak Romi, warga Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai.

Pihak Rumah Sakit Yukum Medical Center akhirnya merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung. Namun sayang, nyawa korban tak dapat diselamatkan.

Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *