July 29, 2021 8:59 pm

Guguran Awan Panas Gunung Sinabung Meluncur Hingga 4.000 Meter di Sungai Lau Borus

Material guguran akibat adanya aktivitas Awan Panas Guguran (APG) dari Gunung Sinabung yang terjadi pada Kamis (13/5/2021) kemarin, kini mulai terlihat. Material APG tersebut terlihat hingga ke aliran Sungai Lau Borus. Hal tersebut berdasarkan video yang diunggah oleh petugas Pengamat Gunung Sinabung Armen Putra.

Dari video yang diunggah oleh Armen, menyebutkan jika peristiwa APG yang terjadi kemarin berlangsung secara menerus. Armen bilang, pihaknya memprediksi jika arah luncuran ini mengarah ke Timur dan Tenggara, dan meluncur sejauh 4.000 meter. "Pada tanggal 13 Mei 2021, terjadi awan panas guguran yang terus menerus ke arah Timur dan Tenggara. Yang mengakibatkan terjadinya luncuran awan panas yang cukup panjang dan waktunya cukup lama," ujar Armen, Jumat (14/5/2021).

Armen menjelaskan, saat dirinya melakukan pemantauan di sekitar aliran Sungai Lau Borus masih terlihat adanya aktivitas penguapan atau steam. Armen menuturkan aktivitas ini terjadi dikarenakan adanya pertemuan ujung awan panas dengan sungai yang ada di Gunung Sinabung. "Sekarang tanggal 14 Mei 2021, di mana dampaknya sampai saat ini masih terlihat di sungai Lau Borus yang mana terjadi uap air atau steam pertemuan ujung awan panas dengan sungai yang ada di Gunung Sinabung," katanya.

Ketika ditanya apakah ada dampak lain yang ditimbulkan dari aktivitas APG beruntun kemarin ini, Armen menjelaskan jika pihaknya juga mencatat adanya aktivitas hujan abu vulkanik. Sementara itu untuk persebaran abu vulkanik ini tercatat hingga radius mulai dari delapan kilometer hingga 10 kilometer. "Kita lihat juga ada hujan abu, dengan radio terjauh 10 KM. Bahkan tadi saya lihat sampai ke pos juga ada hujan abu dengan kondisi yang tipis," ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan pihaknya hingga saat ini masih melihat aktivitas vulkanik dari dalam perut Gunung Sinabung masih cukup tinggi. Sehingga, potensi untuk kembali terjadi erupsi dan awan panas guguran masih dapat terjadi.

Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *