July 29, 2021 9:03 am

UPDATE Teror di Mabes Polri: Asal Senjata yang Digunakan Zakiah hingga Isi Map Kuning Didalami

Polisi terus mendalami aksi teror di Mabes Polri yang dilakukan oleh Zakiah Anini. Di antaranya, polisi mendalami dari mana Zakiah Aini mendapatkan senjata. Diketahui, Zakiah Aini, perempuan berusia 25 tahun melakukan penyerangan di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) kemarin.

Setelah sempat terjadi baku tembak, Zakiah Aini akhirnya tewas setelah dilumpuhkan oleh polisi. Berikut fakta terbaru aksi teror di Mabes Polri oleh Zakiah Aini: Saat melakukan penyerangan di Mabes Polri, Zakiah Aini diketahui membawa senjata dan sempat melepaskan tembakan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, menyatakan aparat kepolisian masih mendalami dari mana Zakiah Aini mendapatkan senjata tersebut. Ia menyatakan, saat ini pelaku telah meninggal dunia karena aksi terornya tersebut sehingga diperlukan pendalaman untuk mengetahui darimana senjata itu diperoleh. "Asal senjata masih diselidiki karena yang bersangkutan sudah meninggal," ujar Argo Yuwono dalam keterangannya, Jumat (2/4/2021).

Namun demikian, ia memastikan jenis senjata yang digunakan pelaku teror ZA di Mabes Polri itu merupakan jenis Airgun berkaliber 4,5 mm. Hal itu dipastikan setelah melakukan pendalaman dan pengecekan dari uji labfor atas sejumlah barang bukti yang ditemukan dari jasad pelaku teror tersebut. "Dari hasil pengamatan gambar senjata yang dipergunakan pelaku jenis pistol Airgun BB bullet call 4,5mm," tukas dia.

Selain mendalami asal usul senjata, polisi juga menyelidiki map berwarna kuning yang dibawa Zakiah Aini saat melakukan aksi teror. Map kuning ini juga sempat disinggung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers beberapa jam setelah kejadian. "Iya, itu dia masih didalami oleh Densus. Isi isi atau tulisan yang ada dalam map kuning," kata Brigjen Rusdi dalam keterangannya kepada wartawan Jumat (2/4/2021).

Namun demikian, kata Rusdi, pihaknya masih enggan membeberkan lebih lanjut isi tulisan yang berada di dalam map kuning tersebut. "Masih diteliti dan didalami oleh Densus," tukas dia. Sebelumnya, terduga teroris berinisial ZA tampak membawa map kuning saat menyerang polisi di Mabes Polri.

Hal tersebut pun dibenarkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Mabes Polri. Menurutnya, pelaku ZA membawa map kuning berisi amplop saat menyerang Mabes Polri. "Dari hasil pendalaman dan penggeledahan kita dapatkan beberapa temuan, yang bersangkutan membawa map kuning dan di dalamnya amplop bertuliskan kata kata tertentu," ujarnya pada Rabu (31/3/2021) kemarin.

Sebelum melakukan aksi teror di Mabes Polri, Zakiah Aini pamit kepada orang tuanya pada pagi hari. "Ma, Zakiah keluar sebentar." Begitulah kalimat terakhir yang diucapkan Zakiah Aini alias ZA kepada ibunya.

Hal itu diungkap seorang warga tempat tinggal Zakiah Aini di Gang Taqwa RT 03 RW 010, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur bernama Tiuria. "Kata bapaknya, Zakiah sempat pamit ke ibunya dan bilang seperti itu," ucap Tiuria, dikutip dari . Sebelum melakukan penyerangan, Zakiah Aini pamit dari rumah sekitar pukul 09:00 WIB.

Kepada orang tuanya, Zakiah Aini yang sempat menjadi mahasiswa Gunadarma ini mengaku pergi ke luar sebentar. Orang tua tak tahu, ternyata Zakiah Aini pamit dari rumah untuk melakukan penyerangan di Mabes Polri. Beberapa jam sebelum aksi, Zakiah Aini sempat buat khawatir orang tuanya, M Ali.

Pasalnya sejak pamit pagi hari, Zakiah Aini belum juga kembali ke rumah sampai siang hari dan tak ada kabar. Ali mengkhawatirkan putrinya. Diceritakan M Ali kepada Tiuria, kondisi Zakiah Aini saat ini sakit sakitan.

Bahkan saking khawatirnya tak juga mendapat kabar, M Ali berniat melaporkan putrinya tersebut ke polisi. "Dia mau lapor itu kirain putrinya itu engga pulang," cerita Tiuria. Upaya demi upaya terus dilakukan oleh pihak keluarga, termasuk menghubungi nomor telepon Zakiah Aini.

Sayangnya, lantaran nomor telepon Zakiah Aini yang kerap berganti membuat usaha sia sia. "Engga jadi lapor, itu kalau dia engga pulang setelah 24 jam baru dia lapor polisi. Kan pamit ke ibunya." Belum sempat melapor, M Ali akhirnya mendengar kabar tentang Zakiah Aini sore hari.

"Ternyata sorenya dia sudah dapat kabar gitu," sambung Tiuria. Hingga kepergian anak bungsunya, M Ali bercerita masih tak percaya bila kejadian tersebut diperbuatnya seorang diri. Ali menduga ada orang lain yang terlibat dibalik penyerangan anaknya ke Mabes Polri.

"Iya memang benar. Kami sebagai warga sekitar pun tidak percaya. Katanya ada orang yang menuntun dia ada yang bawa dia bapaknya bilang gitu," "Karena anak seperti itu masih labil lah ketika diajak, ya dia mau," ungkapnya. Tak hanya tinggalkan surat wasiat, Zakiah Aini pamit lewat WhatsApp grup keluarga.

Pesan itu dikirim Zakiah Aini pagi sebelum melakukan aksi penyerangan di Mabes Polri. Sebelum melakukan aksi penyerangan, Zakiah Aini diketahui meninggalkan surat wasiat. Surat itu ditemukan polisi di kediaman Zakiah di Jalan Lapangan Tembak, Gang Taqwa RT 03 RW 010 Nomor 3, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

Surat wasiat tersebut diketahui terdiri dari dua lembar kertas. Dari surat wasiat tersebut, Zakiah Aini memberikan pesan untuk keluarganya seakan berpamitan. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wasiat kepada orang yang saya cintai karena Allah," tulis Zakiah Aini di awal surat.

Rupanya tak hanya melalui surat wasiat, Zakiah Aini juga berpamitan melalui WA di grup keluarga. Tiuria sempat mendapatkan cerita dari ayah Zakiah Aini, Ali soal pesan WhatsApp tersebut. Pesan itu dikirimkan Zakiah Aini pagi hari sebelum melakukan aksi penyerangan sore harinya.

Dikatakan Tiuria, Ali sempat curiga saat mendapatkan pesan dari Zakiah Aini. Namun Ali mengaku terlambat untuk merangkul dan menghentikan aksi teror Zakiah Aini di Mabes Polri. "Dia (Zakiah Aini) kirim group keluarga kalau berpamitan. Saya sempat tanya ke bapaknya, 'kenapa enggak kamu rangkul dan ambil'," kata Tiuria.

"Tadi Pak Ali bilang 'kita belum sempat'," tambahnya. Sementara itu, Tiuria juga mengatakan Ali tak mengetahui kapan putrinya menulis surat wasiat. "Surat kapan ditulis, juga enggak tau," ucap Tiuria menirukan perkataan Ali.

Ikuti berita lainnya

Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *